Alkisah pada akhir tahun 1979 lalu ada dua orang yang memiliki jumlah uang yang sama, masing-masing sebesar $612,56. Namun mereka memiliki selera yang berbeda dalam menimbun hartanya tersebut. Tuan Takur lebih suka menimbun hartanya dalam bentuk emas, maka ia membeli emas yang harganya satu ounze sebesar tepat 612,56, sesuai harga di London Bullion Market Price saat itu. Setelah itu ia menyimpan hartanya di bawah bantal di kamar tidurnya.
Orang kedua, Tuan tekor lebih suka menyimpan uang tunai, maka ia simpan uang sebesar 612,56 tersebut di bawah bantal di kamar tidurnya.
17 tahun kemudian, pada akhir 2007, keduanya bermaksud menggunakan harta masing-masing mereka. Kira-kira siapa yang lebih tepat atas keputusan menimbun harta mereka?
Hampir dipastikan bahwa jawabannya adalah Tuan Takur. Tapi berapa selisih keduanya?
Menurut data yang saya perol
eh dari www.goldprice.com yang bersumber dari London Bullion Market Price, harga emas pada tahun 1980 adalah $612,56/ons, sedangkan pada tahun 2007, harga emasĀ adalah $659,39 per ons.
Pertanyaan berikutnya adalah apakah investasi Tuan Takur lebih tinggi atau tidak diabandingkan dengan angka inflasi?
Menurut perhitungan saya, uang sebesar $612,56 pada tahun 1980, pada akhir tahun 2007 nilainya menjadi sebesar $ 9.025,81.
Kalau begitu, nilai harta keduanya masih jauh dibawah kenaikan laju inflasi, tentunya jika mereka hidup di Indonesia dengan tingkat inflasi yang relatif tinggi. Mungkin jika keduanyay hidup di Inggris, nilai hartanya tidak akan terlalu ‘jatuh’.
Sumber Data:
www.goldprices.com
www.imf.org
No Comments Yet